Ketika hubungan antara orang tua bergeser dari kooperatif menjadi agresif, anak-anak tidak hanya menyaksikan dampaknya, mereka juga ikut merasakannya. Kita telah melihat bagaimana perilaku ini menyusup ke dalam kehidupan keluarga setelah perpisahan, selama pengasuhan bersama yang penuh konflik, atau ketika salah satu pasangan ingin mengendalikan atau membalas dendam.
Panduan ini akan memandu Anda memahami apa itu counter parenting, mengapa hal itu terjadi, dan memberikan strategi konkret untuk melindungi kedamaian Anda dan masa depan anak-anak Anda.

Apa itu Counter Parenting?
Pola asuh tandingan adalah kebalikan dari pola asuh bersama yang kooperatif. Pola ini bersifat destruktif dan seringkali manipulatif, di mana salah satu orang tua dengan sengaja meremehkan otoritas dan upaya orang tua lainnya. Alih-alih berfokus pada kepentingan terbaik anak, tujuan orang tua tandingan adalah mengendalikan, menghukum, atau "menang" melawan mantan pasangannya, memanfaatkan anak-anak sebagai pion dalam konflik yang sedang berlangsung.
Tanda-tanda Pengasuhan Berlawanan
Perilaku ini jauh melampaui perselisihan sesekali. Ini adalah kampanye perlawanan yang konsisten. Tanda-tandanya meliputi:
- Terus-menerus melanggar aturan yang disepakati.
- Secara aktif mengganggu jadwal tidur, makan, dan pekerjaan rumah.
- Membuat keputusan besar tentang anak tanpa berkonsultasi dengan Anda.
- Berbicara negatif tentang Anda kepada anak-anak.
- Memposisikan diri sebagai orangtua yang “menyenangkan” sementara menggambarkan Anda sebagai orangtua yang tegas dan membosankan.
- Menggunakan anak-anak untuk menyampaikan pesan atau mengumpulkan informasi tentang Anda.
Contoh Situasi Pengasuhan Berlawanan
Seperti apa bentuknya dalam kehidupan nyata?
- Diet yang Disabotase: Anda memberi tahu orang tua Anda bahwa dokter anak Anda menyarankan untuk mengurangi gula. Akhir pekan berikutnya, anak Anda pulang dan bercerita tentang kue, permen, dan soda yang mereka makan di rumah orang tua mereka yang lain.
- Jadwal yang Bertentangan: Anak Anda memiliki proyek sekolah penting yang harus dikumpulkan hari Senin dan harus dikerjakan di rumah orang tua lainnya selama akhir pekan. Namun, orang tua lainnya justru mengajaknya jalan-jalan dadakan, dan proyek tersebut diabaikan.
- Kecelakaan Medis: Anda memberi tahu mantan bahwa anak Anda mengalami infeksi telinga dan perlu minum antibiotik selama 10 hari. Mereka memutuskan anak tersebut tampak "baik-baik saja" setelah beberapa hari dan berhenti memberinya obat, yang bertentangan dengan saran medis.
Mengapa Counter Parenting Terjadi?
Counterparenting bukan tentang anak-anak; melainkan tentang masalah-masalah yang belum terselesaikan dari orang tua yang counterparenting. Seringkali, hal ini menjadi cara bagi mereka untuk melanjutkan konflik dari hubungan sebelumnya. Hal ini mungkin didorong oleh amarah, dendam, kecemburuan, atau kebutuhan mendesak untuk mempertahankan kendali atas kehidupan mantan pasangannya.
Faktor Psikologis di Balik Pola Asuh Orang Tua
Seringkali, perilaku ini terkait dengan masalah psikologis yang lebih mendalam, terutama sifat narsistik atau Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD). Seseorang dengan kecenderungan ini mungkin:
- Kurangnya Empati: Mereka benar-benar tidak mampu memahami atau peduli terhadap dampak emosional tindakan mereka terhadap anak-anak atau mantan mereka.
- Perlu Validasi yang Konstan: Mereka perlu dipandang sebagai orang tua yang “lebih baik” dan akan berusaha keras untuk mencapai status tersebut.
- Pandanglah Anak sebagai Perpanjangan dari Diri Mereka Sendiri: Mereka tidak melihat anak-anak mereka sebagai individu yang terpisah tetapi sebagai objek yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka sendiri.
Dampak Pengasuhan Kontra pada Keluarga
Konflik yang terus-menerus akibat pola asuh yang berlawanan arah berdampak buruk bagi semua pihak yang terlibat. Bagi anak-anak, dampaknya bisa sangat merugikan.
Pada Orang Tua yang Ditargetkan:
- Stres dan Kelelahan: Kebutuhan untuk terus-menerus bersikap defensif, untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh orang tua lainnya, sangat melelahkan secara emosional dan fisik. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya dan kelelahan.
- Hubungan Orang Tua-Anak yang Rusak: Meskipun sudah berusaha sebaik mungkin, Anda mungkin mendapati hubungan Anda dengan anak-anak menjadi tegang. Inilah tujuan utama mantan yang anti-pengasuhan, dan kenyataan ini bisa sangat memilukan untuk dihadapi.
Efek Jangka Panjang pada Anak:
- Trauma Emosional dan Psikologis: Tumbuh besar di lingkungan yang penuh konflik dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri. Anak-anak juga mungkin kesulitan membangun hubungan yang sehat dan saling percaya di kemudian hari.
- Konflik Loyalitas: Anak-anak dalam situasi seperti ini seringkali terpaksa memilih pihak, yang dapat menyebabkan stres dan rasa bersalah yang luar biasa. Mereka mungkin merasa harus mengkhianati salah satu orang tua demi menyenangkan orang tua lainnya.
- Erosi Kepercayaan: Ketika salah satu orang tua terus-menerus merendahkan yang lain, anak-anak belajar untuk tidak memercayai penilaian mereka sendiri. Mereka juga mungkin sulit memercayai orang lain secara umum.
7 Strategi Menghadapi Narsisis Counter Parenting
Anda tidak bisa mengubah mantan, tetapi Anda bisa mengubah cara Anda mengelola situasi. Berikut tujuh strategi untuk mendapatkan kembali kendali.
1. Perkuat Rencana Pengasuhan Anda
Rencana pengasuhan yang tidak jelas adalah arena bermain bagi orang tua yang kontraproduktif. Bekerjasamalah dengan profesional hukum untuk menyusun rencana Anda sedetail dan sekokoh mungkin. Jelaskan semuanya: jadwal liburan, waktu dan lokasi pengantaran/penjemputan, aturan untuk memperkenalkan pasangan baru, dan bagaimana keputusan tentang pendidikan dan layanan kesehatan akan dibuat. Semakin sedikit ruang untuk interpretasi, semakin baik.
2. Dokumentasikan Semuanya
Ini adalah alat Anda yang paling ampuh. Catatlah setiap kejadian secara faktual dan tanpa emosi. Catat tanggal, waktu, kutipan langsung, dan dampaknya terhadap anak Anda. Simpan email, pesan teks, dan tangkapan layar. Bukti ini bukan untuk berdebat dengan mantan Anda; melainkan untuk pengacara Anda dan mungkin pengadilan.
3. Berkomunikasi Secara Strategis
Hindari perdebatan verbal. Alihkan semua komunikasi ke format tertulis, sebaiknya melalui aplikasi pengasuhan bersama. Saat Anda harus menjawab, gunakan metode BIFF: Singkat, Informatif, Ramah (namun tegas), dan Tegas. Nyatakan fakta, abaikan tuduhan, dan jangan pernah terlibat dalam perdebatan emosional.
4. Tetapkan Batasan yang Sehat
Batasan dibuat untuk melindungi Anda. Putuskan apa yang akan dan tidak akan Anda lakukan. Anda tidak perlu menjawab setiap panggilan telepon atau membalas setiap pesan teks yang provokatif. Anda bisa mengatakan, "Saya hanya akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak, dan saya akan melakukannya melalui email." Lalu, patuhi itu.
5. Berpikir Sebelum Bereaksi
Orang tua yang melawan menginginkan reaksi emosional dari Anda—itu bentuk kontrol. Saat mereka mengirimkan pesan yang provokatif, tarik napas. Menjauhlah. Jangan beri mereka kepuasan berupa respons langsung dan marah. Balasan yang tenang, tertunda, dan strategis jauh lebih efektif.
6. Pertimbangkan Pengasuhan Paralel
Ketika kerja sama mustahil, melepaskan diri adalah pilihan terbaik berikutnya. Pengasuhan paralel adalah model di mana Anda berdua mengasuh anak secara mandiri. Anda mengurus rumah tangga Anda, dan mereka mengurus rumah tangga mereka, dengan interaksi seminimal mungkin. Ini meminimalkan konflik dengan menghilangkan peluang terjadinya konflik.
7. Hadir untuk Anak Anda
Yang terpenting, jadilah orang tua yang stabil, dapat diprediksi, dan penuh kasih sayang yang sangat dibutuhkan anak Anda. Ciptakan tempat berlindung yang aman di mana mereka tidak perlu khawatir tentang masalah orang dewasa. Dengarkan mereka tanpa menghakimi dan akui perasaan mereka tanpa menjelek-jelekkan orang tua lainnya. Kehadiran Anda yang konsisten adalah pertahanan terbaik mereka.
Mencari Dukungan Profesional
Kita tidak perlu menghadapi counterparenting sendirian. Dukungan profesional sangat berpengaruh.
Terapis keluarga yang berspesialisasi dalam pengasuhan bersama dengan konflik tinggi dapat membantu merestrukturisasi komunikasi, mengajarkan keterampilan batas, dan menyediakan tempat yang aman bagi anak untuk mengekspresikan kebingungan atau rasa sakit hati. Mediator dapat mengarahkan negosiasi kembali ke kebutuhan anak dan menyusun kesepakatan yang lebih jelas yang mengurangi ambiguitas.
Ketika perilaku meningkat menjadi pelanggaran berulang atau pelecehan emosional, profesional hukum sangat penting. Pengacara hukum keluarga dapat menegakkan rencana pengasuhan anak, meminta modifikasi, atau mengajukan gugatan penghinaan jika diperlukan. Pengadilan terkadang mewajibkan konseling pengasuhan bersama atau pertukaran terstruktur untuk meminimalkan peluang sabotase.
Terakhir, kelompok pendukung dan teman atau keluarga tepercaya memberikan dukungan emosional. Kita seringkali membutuhkan pendengar yang baik dan bantuan praktis, mulai dari mengoordinasikan penjemputan anak di sekolah hingga menghadiri sidang pengadilan, untuk mempertahankan pola asuh yang konsisten di bawah tekanan.

Penyembuhan dan Pemulihan dari Pola Asuh yang Berbahaya
Pemulihan bersifat praktis dan emosional. Berikut langkah-langkah yang kami temukan efektif untuk membangun kembali stabilitas setelah counterparenting:
- Prioritaskan rutinitas yang konsisten dan penuh kasih sayang. Anak-anak sembuh dengan kepastian, waktu tidur yang konsisten, makan bersama, dan konsekuensi yang dapat diandalkan membangun kembali rasa aman.
- Berinvestasilah dalam terapi untuk anak dan orang tua yang menjadi sasaran. Seorang terapis membantu mengatasi rasa terluka dan mengajarkan strategi mengatasi rasa bersalah, rasa cemas, dan rasa setia.
- Pertahankan batasan yang tegas. Aturan yang jelas dan dapat ditegakkan tentang komunikasi dan pengambilan keputusan melindungi anak agar tidak digunakan sebagai pembawa pesan.
- Membangun kembali hubungan anak dengan orang tua yang menjadi sasaran melalui waktu yang positif dan bebas tekanan. Bahkan ritual kecil yang rutin (telepon mingguan, hobi bersama) dapat memulihkan kepercayaan.
- Bersandar pada komunitas. Kelompok dukungan, anggota keluarga tepercaya, dan konselor sekolah dapat menawarkan bantuan praktis dan validasi emosional.
Perubahan membutuhkan waktu. Kita mungkin akan menghadapi kemunduran, tetapi pengasuhan yang konsisten dan berpusat pada anak serta dukungan profesional menciptakan kondisi untuk pemulihan yang bermakna.
Pikiran Akhir
Pola asuh tandingan memang menyakitkan karena menjadikan apa yang seharusnya menjadi sumber kenyamanan terbesar anak: orang tua mereka sebagai senjata. Namun, mengenali pola ini memberi kita kekuatan untuk bertindak. Dengan membuat kesepakatan yang jelas, mendokumentasikan interaksi, memprioritaskan kebutuhan emosional anak, dan melibatkan profesional bila diperlukan, kita dapat mengurangi bahaya dan membangun kembali rasa aman.
Kita tidak akan selalu menghentikan setiap perilaku yang merugikan, tetapi kita bisa mengendalikan respons kita. Ketika kita berfokus pada stabilitas, prediktabilitas, dan empati, kita memberi anak-anak kita ketahanan yang bertahan lebih lama dari konflik. Itulah hasil yang layak diperjuangkan.
Bagaimana JusTalk Family Dapat Membantu
Saat menghadapi orang tua tandingan, Anda membutuhkan lingkungan yang stabil, terdokumentasi, dan positif. JusTalk Family dapat menjadi alat yang berharga dalam proses ini dengan menyediakan platform tunggal yang aman untuk komunikasi.
Ini membantu Anda menjaga batasan, menyimpan catatan percakapan, dan yang terpenting, menawarkan ruang aman untuk terhubung dengan anak Anda jauh dari konflik. Pelajari lebih lanjut dan unduh di sini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa perbedaan utama antara pengasuhan bersama dan pengasuhan berlawanan? Co-parenting adalah upaya kolaboratif di mana kedua orang tua bekerja sama demi kepentingan terbaik anak. Counter-parenting adalah pola destruktif di mana salah satu orang tua secara aktif bekerja sama. melawan yang lain, menggunakan anak-anak untuk meneruskan konflik dan kontrol.
2. Apakah pola asuh yang berlawanan dengan orang tua dianggap sebagai suatu bentuk kekerasan? Ya, banyak ahli menganggap counter-parenting sebagai bentuk kekerasan pasca-perpisahan atau kekerasan emosional. Hal ini menciptakan lingkungan yang toksik bagi anak-anak dan orang tua yang menjadi sasaran dengan menggunakan manipulasi dan kontrol untuk menimbulkan tekanan.
3. Apakah orang yang melakukan kontra-pengasuhan dapat berubah? Meskipun perubahan itu mungkin, hal itu jarang terjadi tanpa kesadaran diri yang signifikan dan intervensi profesional, terutama jika perilaku tersebut terkait dengan gangguan kepribadian seperti NPD. Strategi yang paling efektif adalah berfokus pada pengelolaan respons Anda sendiri dan melindungi anak Anda, alih-alih mencoba mengubah mantan Anda.
4. Apa langkah pertama yang harus saya ambil jika saya curiga mantan suami saya melakukan tindakan kontra-pengasuhan? Mulailah mendokumentasikan semuanya. Catatlah kejadian-kejadian spesifik secara tenang dan faktual, termasuk tanggal, waktu, dan kutipan langsung. Ini akan menciptakan catatan pola perilaku, yang sangat penting untuk kejelasan Anda sendiri dan potensi tindakan hukum apa pun.
5. Bagaimana aplikasi pengasuhan bersama seperti JusTalk Family benar-benar dapat membantu? Sebuah aplikasi menciptakan saluran komunikasi yang aman dan terdokumentasi. Aplikasi ini menghilangkan argumen "katanya, katanya" dengan menyimpan semua pesan dalam format yang tidak dapat diedit. Hal ini memaksa komunikasi menjadi lebih akuntabel dan memberikan bukti yang jelas jika Anda perlu melibatkan profesional hukum, sekaligus membantu Anda mempertahankan batasan yang tegas.
